![]() |
| Foto bersama TIM PKM Unikal dengan UMKM Rengginang Singkong |
Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Pekalongan sukses melaksanakan pendampingan bagi UKM Rengginang Singkong Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Program ini berlangsung sejak 9 Juni hingga 20 September 2025 dengan melibatkan 20 ibu-ibu pengrajin rengginang singkong setempat.
Program yang diketuai oleh Ari Muhardono ini
terselenggara berkat hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset,
dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kehadiran program hibah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong
perguruan tinggi agar terlibat aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui
penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mengusung tema “Penguatan Daya Saing UKM
Rengginang Singkong sebagai Oleh-oleh Khas Pekalongan melalui Inovasi Produk
dan Digitalisasi Pemasaran”, kegiatan PKM ini berfokus pada peningkatan
kapasitas produksi, strategi pemasaran digital, serta inovasi produk agar UKM
dapat lebih berdaya saing.
Selain pelatihan soft skill, tim PKM juga
menyerahkan bantuan teknologi produksi berupa mesin pengupas, mesin parut,
mesin peras adonan, dan mesin press kemasan. Kehadiran peralatan ini diharapkan
mampu meningkatkan efisiensi sekaligus kapasitas produksi. Tidak hanya itu, tim
juga menghadirkan teknologi inovasi digital berupa website profil UMKM (rengginangsingkong.com) dan website e-commerce (shop.rengginangsingkong.com) sebagai sarana branding dan penjualan online,
sehingga produk lebih mudah diakses konsumen, terpercaya, dan kompetitif di
pasar digital.
Berbagai pelatihan diberikan oleh narasumber
berkompeten. Ari Muhardono membekali peserta dengan materi pengelolaan
website dan social media marketing untuk membangun brand awareness
dan engagement di Instagram, TikTok, dan Facebook. Danang Satrio menyampaikan Strategi
Pemasaran, Konten Marketing, dan Inovasi Produk, termasuk pembuatan foto
produk menarik dan video singkat promosi. Daru Anggara Murty mengisi materi Inovasi
Kemasan dengan label full color serta Marketplace Shopee untuk
memperluas jangkauan pasar online. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten
Pekalongan memberikan pembekalan mengenai Legalitas Usaha (PIRT) agar
produk semakin dipercaya konsumen dan siap masuk pasar modern maupun pusat
oleh-oleh.
![]() |
| Salah satu penyampaian Materi tentang Digitalisasi Pemasaran |
Dalam wawancara, Ketua PKM Ari Muhardono menegaskan pentingnya program ini bagi keberlanjutan UKM.
“Program PKM ini bukan sekadar memberikan
pelatihan, tetapi juga membangun fondasi agar UKM Rengginang Singkong mampu
bersaing di era digital. Kami ingin mitra memiliki keterampilan, legalitas
usaha, serta identitas digital yang kuat melalui website, e-commerce, dan media
sosial. Dengan begitu, usaha mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh
berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Mitra Isnah Karimah
mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya program ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim PKM
Universitas Pekalongan. Kegiatan ini benar-benar bermanfaat, mulai dari
pelatihan, inovasi kemasan, hingga pendampingan digital marketing. Dulu kami
hanya menjual secara sederhana di pasar, sekarang produk kami sudah punya
kemasan modern, masuk di website, dan bisa dipromosikan lewat media sosial.
Semoga ini menjadi awal kebangkitan usaha kami agar lebih dikenal masyarakat
luas,” ujarnya.
| Penyerahan Bantuan Alat Produksi dan Digitalisasi Pemasaran secara simbolis |
Dengan dukungan hibah pemerintah melalui Ditjen Diktiristek, kegiatan PKM ini bukan hanya meningkatkan produktivitas UKM Rengginang Singkong, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.














