• Visual AI

    Hasilkan uang dengan skill AI - buat konten apapun dalam hitungan menit !!

  • E-Course Mahir Shopee

    Online Course yang berisi Panduan Lengkap STEP BY STEP Jualan Online di SHOPEE

  • Jago Edit Video Capcut

    Buat konten video semudah membalikkan telapak tangan !!.. sekalipun anda orang awam

  • Tools Whatsapp Sender

    Inilah Tool WhatsApp Marketing Multi Fungsi Yang Bikin Kerjaan Anda Jadi Serba Otomatis!

  • E-Course Elite Membership

    Paket Lengkap belajar dan Studi Kasus Membuat Website dan digital marketing

  • E-Course CANVA

    Bongkar Rahasia Jago Desain Konten Dalam 24 Jam

Tampilkan postingan dengan label Pengabdan Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengabdan Masyarakat. Tampilkan semua postingan

PKM Unikal Dorong Inovasi dan Digitalisasi UKM Rengginang Singkong

Foto bersama TIM PKM Unikal dengan UMKM Rengginang Singkong

Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Pekalongan sukses melaksanakan pendampingan bagi UKM Rengginang Singkong Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Program ini berlangsung sejak 9 Juni hingga 20 September 2025 dengan melibatkan 20 ibu-ibu pengrajin rengginang singkong setempat.

Program yang diketuai oleh Ari Muhardono ini terselenggara berkat hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kehadiran program hibah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi agar terlibat aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengusung tema “Penguatan Daya Saing UKM Rengginang Singkong sebagai Oleh-oleh Khas Pekalongan melalui Inovasi Produk dan Digitalisasi Pemasaran”, kegiatan PKM ini berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, strategi pemasaran digital, serta inovasi produk agar UKM dapat lebih berdaya saing.

Selain pelatihan soft skill, tim PKM juga menyerahkan bantuan teknologi produksi berupa mesin pengupas, mesin parut, mesin peras adonan, dan mesin press kemasan. Kehadiran peralatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus kapasitas produksi. Tidak hanya itu, tim juga menghadirkan teknologi inovasi digital berupa website profil UMKM (rengginangsingkong.com) dan website e-commerce (shop.rengginangsingkong.com) sebagai sarana branding dan penjualan online, sehingga produk lebih mudah diakses konsumen, terpercaya, dan kompetitif di pasar digital.

Berbagai pelatihan diberikan oleh narasumber berkompeten. Ari Muhardono membekali peserta dengan materi pengelolaan website dan social media marketing untuk membangun brand awareness dan engagement di Instagram, TikTok, dan Facebook. Danang Satrio menyampaikan Strategi Pemasaran, Konten Marketing, dan Inovasi Produk, termasuk pembuatan foto produk menarik dan video singkat promosi. Daru Anggara Murty mengisi materi Inovasi Kemasan dengan label full color serta Marketplace Shopee untuk memperluas jangkauan pasar online. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan memberikan pembekalan mengenai Legalitas Usaha (PIRT) agar produk semakin dipercaya konsumen dan siap masuk pasar modern maupun pusat oleh-oleh.

Salah satu penyampaian Materi tentang Digitalisasi Pemasaran

Dalam wawancara, Ketua PKM Ari Muhardono menegaskan pentingnya program ini bagi keberlanjutan UKM.

“Program PKM ini bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga membangun fondasi agar UKM Rengginang Singkong mampu bersaing di era digital. Kami ingin mitra memiliki keterampilan, legalitas usaha, serta identitas digital yang kuat melalui website, e-commerce, dan media sosial. Dengan begitu, usaha mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Mitra Isnah Karimah mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya program ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim PKM Universitas Pekalongan. Kegiatan ini benar-benar bermanfaat, mulai dari pelatihan, inovasi kemasan, hingga pendampingan digital marketing. Dulu kami hanya menjual secara sederhana di pasar, sekarang produk kami sudah punya kemasan modern, masuk di website, dan bisa dipromosikan lewat media sosial. Semoga ini menjadi awal kebangkitan usaha kami agar lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Penyerahan Bantuan Alat Produksi dan Digitalisasi Pemasaran secara simbolis

Dengan dukungan hibah pemerintah melalui Ditjen Diktiristek, kegiatan PKM ini bukan hanya meningkatkan produktivitas UKM Rengginang Singkong, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Bukti Pelaksanaan :
1.  Website Rengginang Singkong  -  Klik Disini
2.  E-Commerce Rengginang Singkong  - Klik Disini
3.  Chanel Digital Rengginang Singkong - Klik Disini
4.  Video Kegiatan Lengkap - Klik Disini
5.  Publikasi Jurnal Abdimas - Klik Disini

Share:

Langkah Nyata Digitalisasi UMKM Wisata: Studi Kasus Tirta Arum

Dalam dunia yang semakin digital, bahkan kolam renang desa pun tak mau ketinggalan. Itulah yang dilakukan oleh BUMDes Tirta Arum, pengelola Kolam Renang Tirta Arum di Desa Sumurjomblangbogo Kec. Bojong Kab. Pekalongan, Jawa Tengah. Mereka mulai melakukan transformasi digital, salah satunya dengan meluncurkan website dan sistem e-ticketing pada awal tahun 2025. Proyek ini dikembangkan oleh tim PKM dari Universitas Pekalongan.

Situsnya bisa diakses di www.tirta-arum.com, dan secara teknis sudah berjalan baik. Sistem pembelian tiket online pun sudah tersedia. Tapi, ada satu masalah besar: tidak ada satu pun pengunjung yang membeli tiket secara online. Mayoritas tetap datang langsung ke loket. Masalah klasik? Ya—kurangnya promosi dan edukasi digital.

Untuk menjawab tantangan itu, digelarlah pelatihan digital marketing pada 17 Mei 2025. Bertempat di Balai Desa Sumurjomblangbogo, pelatihan ini diikuti oleh 10 orang pengelola BUMDes dan difasilitasi oleh dosen serta mahasiswa Universitas Pekalongan. Fokus pelatihannya? Strategi digitalisasi pemasaran yang benar-benar aplikatif dan mudah dipahami.

Gambar 2. Peserta Pelatihan Digital Pemasaran Bumdes Tirta Arum

✅ Materi 1 : Pahami Dulu Karakter Konsumenmu !

Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Wenti Ayu Sunarjo, S.Kom., M.M., yang mengupas tuntas tentang pentingnya memahami karakteristik wisatawan lokal. Dalam konteks tempat wisata seperti kolam renang, pendekatan promosi yang kaku ala korporasi besar tidak akan efektif. Yang dibutuhkan justru promosi yang bersifat kekeluargaan, menyentuh kebutuhan hiburan warga sekitar, dan memanfaatkan momen seperti musim liburan sekolah.

Wenti juga menekankan bahwa pengalaman pelanggan dan pendekatan komunitas bisa menjadi kunci dalam membangun loyalitas. Inilah dasar penting sebelum bicara soal digital ads atau konten viral—kenali audiensmu dulu.

✅ Materi 2: Website Itu Bukan Brosur Digital

Berikutnya, giliran Ari Muhardono, S.Kom., M.Kom., yang membawakan sesi tentang branding website. Ini bukan sekadar soal desain yang menarik. Website, menurut Ari, adalah aset digital utama yang harus bisa menghasilkan konversi.

Beberapa strategi penting yang ia tekankan antara lain:

  • Optimasi SEO lokal, agar website mudah ditemukan lewat pencarian “kolam renang Pekalongan” atau “tiket kolam murah”.

  • Tombol CTA yang jelas seperti “Pesan Tiket Sekarang”.

  • Integrasi WhatsApp Chat untuk konsultasi dan pemesanan instan.

  • Testimoni pelanggan, galeri foto, dan rating sebagai social proof.

Ari menggarisbawahi bahwa tanpa promosi yang masif, website hanya akan jadi etalase sepi. Oleh karena itu, strategi distribusi konten—baik di media sosial, Google, maupun kolaborasi lokal—menjadi kunci untuk mendongkrak traffic dan pada akhirnya mendorong pembelian tiket online.

✅ Materi 3: Konten Itu Kunci, Tapi Harus Punya Cerita

Sesi ketiga dibawakan oleh Daru Anggara Murty, S.Ds., M.M., yang memperkenalkan strategi konten marketing berbasis pendekatan 3E: Educate, Entertain, Engage. Ia membagikan contoh nyata seperti video pendek tentang promo tiket akhir pekan, tips berenang aman, hingga behind-the-scenes petugas membersihkan kolam. Konten-konten seperti inilah yang bisa membangun koneksi emosional dengan audiens.

Daru juga mengingatkan pentingnya CTA yang jelas dalam setiap konten, seperti “Cek harga tiket di website sekarang” atau “Klik link bio untuk pesan tiket tanpa antre.”

🎥 Praktik Langsung: Dari Teori ke Tindakan

Sesi praktik dipandu oleh dua mahasiswa Unikal, Wafa dan Tarishma, yang juga aktif sebagai content creator. Mereka membagikan pengalaman dan teknik produksi konten yang efektif untuk Instagram dan TikTok. Peserta diajak memahami strategi AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dalam pembuatan konten visual.

Mereka juga mengenalkan fitur-fitur penting Instagram seperti Reels, Stories, Highlight, dan bahkan strategi penjadwalan konten yang ideal untuk akun wisata lokal. Tak lupa, pentingnya penggunaan hashtag lokal, interaksi dengan followers, dan kolaborasi dengan akun influencer desa atau komunitas setempat.

💬 Apa Kata Peserta?

Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Teddy, tim IT BUMDes, mengaku baru menyadari bahwa keberhasilan website sangat tergantung pada konten yang menarik dan terarah. “Saya jadi tahu kalau website itu bukan cuma soal desain, tapi bagaimana kita membuat orang mau klik dan beli tiket,” ungkapnya.

Sementara itu, Furqon, petugas loket, merasa lebih percaya diri untuk terlibat dalam promosi. “Saya ternyata juga bisa bikin konten pendek. Mulai sekarang saya mau bantu upload ke akun Instagram kolam,” ujarnya semangat.

💡 Insight untuk Digital Marketer

Apa yang bisa kita pelajari dari kasus ini?

  1. Digitalisasi tanpa edukasi = percuma. Teknologi harus disertai strategi promosi.

  2. Website = mesin konversi, bukan brosur online.

  3. Konten yang relatable dan emosional jauh lebih efektif untuk wisata lokal.

  4. Platform matters — tahu di mana target pasar kita aktif, lalu maksimalkan fiturnya.

Digital marketing bukan hanya milik brand besar. Bahkan kolam renang desa pun bisa sukses jika punya strategi yang tepat, tim yang mau belajar, dan konten yang konsisten.




Share:

Pelatihan Kupas Tuntas Fitur Sakti Ms. Word dan Aplikasi Mendeley untuk Optimalisasi Penulisan Karya Ilmiah


Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu aspek penting dalam dunia akademik yang memerlukan ketelitian, keahlian, dan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai alat bantu penulisan. Dalam upaya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah yang berkualitas, Universitas Pekalongan mengadakan pelatihan khusus yang berfokus pada penggunaan fitur-fitur canggih Ms. Word dan aplikasi manajemen referensi Mendeley. Pelatihan ini ditujukan khusus bagi mahasiswa S2 Program Studi Magister Manajemen, dengan tujuan untuk mempermudah mereka dalam proses penulisan tesis dan penelitian lainnya.

Mengapa Ms. Word dan Mendeley?

Ms. Word dan Mendeley adalah dua aplikasi yang sangat penting dalam dunia penulisan akademik. Ms. Word, dengan berbagai fitur canggihnya, memungkinkan penulis untuk menyusun dokumen secara profesional dan efisien. Di sisi lain, Mendeley adalah perangkat lunak manajemen referensi yang memudahkan peneliti dalam mengorganisir sumber-sumber literatur dan mengotomatisasi sitasi.


Materi Pelatihan

Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi utama:

1.     Fitur Sakti Ms. Word :

  • Membuat Outline Karya Ilmiah (sesuai dengan Buku Pedoman Tesis)
  • Management Style
  • Layout Page Break
  • Navigation Pane / Document Map
  • Page Number (Format nomor halaman yang berbeda dalam 1 file)
  • Insert Caption Tabel, Gambar, Lampiran
  • Membuat Daftar Isi Otomatis  (Table of Contents)
  • Membuat Daftar Tabel Otomatis
  • Membuat Daftar Gambar Otomatis
  • Membuat Daftar Pustaka (Mendeley)

2.     Optimalisasi Mendeley:

  • Create Account Mendeley à https://www.mendeley.com
  • Download dan Instalasi Aplikasi Mendeley
  • Install Ms. Word Plugin (Integrasi Word dengan Mendeley)
  • Teknik pencarian jurnal ilmiah (Google Scholar, SINTA, Garuda, Sciencetdirect, Emerald)
  • Add File Jurnal, Insert Citation, Insert Bibliography
  • Install Web Importer (import langsung dari OJS, Web dll ke Mendeley)
  • Import Research Information System (*.ris)
  • Add Entri Manual
  • Cara sitasi di awal paragraph, akhir paragraph, lebih dari 1 sitasi sekaligus
  • Publish Perish dan Comet Perplexity AI

Manfaat Pelatihan

Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan para mahasiswa dapat memaksimalkan penggunaan Ms. Word dan Mendeley dalam proses penulisan akademik mereka. Keterampilan yang mereka peroleh tidak hanya akan meningkatkan efisiensi dan kualitas penulisan, tetapi juga mempermudah proses penyusunan referensi dan sitasi yang seringkali menjadi tantangan tersendiri.

Penutup

Universitas Pekalongan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik bagi para mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademis mereka. Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut. Semoga para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas tinggi

Download Materi Pelatihan :

1.  Template Tesis sesuai dengan Buku Pedoman -  Unduh

2.  Slide Materi Pelatihan - Unduh

3.  Buku Optimalisasi Ms. Word - Unduh

4.  Buku Pelatihan Mendeley Dekstop - Unduh

APLIKASI PENDUKUNG :

5.  Aplikasi Mendeley Dekstop - Unduh

6.  Aplikasi Publish or Perish - Unduh

7.  Comet Perplexiti AI - Unduh

8.  Video Tutorial Mendeley - Tonton





Share:

Pendampingan pembuatan Produk Batik Berbasis QRCode sebagai Penguat Personal Branding UKM Batik pada Persaingan Pasar Global

Gejolak ekonomi yang dialami oleh masyarakat Indonesia dampaknya sangat besar bagi perkembangan bisnis di Indonesia. Dunia bisnis yang menjadi poros utama bagi roda perekonomian Indonesia didominasi oleh usaha mikro kecil menengah (UMKM). UMKM di Indonesia menjadi penopang perekonomian pada beberapa dekade terakhir. Berbicara mengenati UMKM di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kota Pekalongan, tampak di dominasi oleh UMKM batik menjadi salah satu fokus permasalahan yang disoroti dalam hal pemasaran dan manajemen pengelolaan agar terus mampu menjadi market leader pasar batik dunia. Selanjutnya diperlukan berbagai upaya bagi UMKM batik untuk bertahan di pasar bahkan upaya dalam peningkatan perekonomian karena berkaitan erat dengan warisan budaya Indonesia, keberlanjutan usaha dan tenaga kerja

Saat ini peranan dari komunitas menjadi poros utama untuk membangkitkan UMKM batik agar mampu mempertahankan perekonomian. Melihat fenomena sebagai analisis situasi pada mitra kegiatan pengabdian bahwa Kampung Batik Kauman telah berdiri sejak 2007 sebagai kampung batik tertua di Kota Pekalongan. Kini kipraknya tampak setelah mendirikan Omah Kreatif pada Desember 2018 lalu. Omah kreatif tersebut sebagai wadah kreatifitas bagi UMKM yang tergabung di Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman. Beberapa kegiatan dilakukan di Omah Kreatif, diantaranya workshop dan kegiatan forum group discussion (FGD). Melalui Omah Kreatif juga mampu menjadi ruang ajang pamer karya perajin atau UMKM batik sehingga bagi wisatawan yang berkunjung akan lebih mudah melihat dan menikmati karya UMKM batik yang tergabung di Kampoeng Batik Kauman tanpa perlu mengunjungi lokasi produksi satu persatu.

Selanjutnya masih tampak adanya permasalahan yang dihadapi mitra kegiatan pengabdian sehingga perlu dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan yang akan menjadi solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh mitra, diantaranya permasalahan aspek pemasaran dan aspek manajemen pada UMKM batik. Selanjutnya diperkuat dengan observasi awal dari hasil wawancara yang dilakukan pada salah satu komunitas Batik tertua di Kota Pekalongan, yaitu Komunitas Batik Kauman atau yang familiar disebut dengan nama “Paguyuban Kampoeng Batik Kauman” yang memiliki kegiatan rutin yang menjadi event calendar Paguyuban Kampoeng Batik Kauman dengan terus berupaya melakukan solidaritas kolektif (collective solidarity) sehingga aksi-aksi solidaritas terus akan menjaga keberfungsian komunitas. Aksi-aksi solidaritas akan dapat merawat kesadaran tentang kebersamaan sekaligus saling membantu, menjaga, dan melindungi keberadaan anggotanya. Berbagai kegiatan rutin dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM yang tergabung didalamnya.

Meskipun memiliki kegiatan rutin, namun masih tampak adanya kendala UMKM batik yang menjadi kelemahan, yaitu kurangnya promosi pada UMKM batik, dan kurangnya menjaga loyatitas pelanggan atau mempertahankan repeat order konsumennya. Kendala tersebut karena kurangnya penataan organisasi dan manajemen yang baik, seperti kurang tertibnya dalam melakukan pengarsiban data based konsumen dan juga kurang memperhatikan identitas UMKM pada produk batik yang dipasarkan. Mereka hanya terfokus pada propduksi dan menjual produknya tanpa memperhatikan kemasan, label, atau identitas yang membawa personal branding sehingga konsumen dapat dengan mudah menemukan identitas UMKM dari produknya. Selain itu filosofi batik yang selalu diusung pada tiap pembuatan motif seakan tidak tersampaikan secara luas, baik pada konsumen maupun masyarakat luas.

Bersadarkan data yang didapatkan tercatat sebanyak kurang lebih 50 UMKM batik yang tergabung di paguyuban kampoung batik Kauman, namun kini hanya sekitar 30 UMKM saja yang masih bertahan memproduksi batik mengingat di pasar lokal dan nasional bermunculan produk tiruan batik (printing) yang mampu menggeser konsumen beralih membeli produk mereka. Fakta bahwa masih minimya pengetahuan masyarakat tentang perbedaan antara batik dan tiruan batik sehingga mengakibatkan keberadaan produk batik terancam karena aproduk tiruan harganya jauh lebih murah karena diproduksi secara masal bukan dengan cara handmade 2. Sebagian dari mereka kini hanya menunggu pesanan batik dari pelanggan yang tidak seberapa banyak dengan kauntitas tertentu, dan sisanya UMKM batik lainnya memilih melakukan banting stir dengan mencoba berbagai usaha untuk mempertahankan usahanya, seperti dengan berjualan daster, masker, berjualan sembako, berjualan makanan ringan, dan tak sedikit yang mencoba peruntungan fokus mempromosikan produknya di media internet atau dengan kata lain mengimplementasikan model bisnis baru dan transformasi digital pada usaha mereka. Namun hal tersebut bukan merupakan suatu yang mudah karena bagi sebagian besar pelaku UMKM batik yang minim akan pengetahuan digitalisasi .

Sejalan dengan permasalahan mitra, maka kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan agar UMKM dapat mempertahankan usahanya ditengah persaingan pasar yang ketat dengan membuat produk inovatif dan memperkuat strategi pemasaran UMKM berbasis digital. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pemahaman dan pelatihan berupa pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan informasi terkait profil UKM yang akan diinput pada QRCode agar UMKM batik dapat mengedukasi masyarakat tentang perbedaan produk batik dengan tiruan batik, selain itu juga dapat memberikan pengetahuan pada konsumen dan masyarakat tentang motif atau ragam hias batik hingga filosofi atau maknanya. Strategi untuk memperkuat personal branding juga dilakukan dengan brand name dan melakukan pemasaran yang tepat secara digitalisasi dengan emanfaatkan media soasil dan e-commerce yang ada

Permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM batik di Kampung Batik Kauman adalah bagaimana mempertahankan eksistensi produk batik agar mampu berdaya saing dan mampu bertahan sebagai market leader pada pasar global mengingat kompetitor semakin banyak dan bahkan bermunculan tiruan batik yang bagi sebagian masyarakat bahwa produk tersebut memiliki kesamaan atau merupakan produk batik, meskipun kenyaaannya berbeda. Selanjutnya maka dibutuhkan strategi penguatan personal branding dan menajemen UMKM yang tepat agar UMKM batik dapat meningkat distribusinya dan mampu berdaya saing global.

Melalui kegiatan pengabdian kepada mayarakat ini, maka tujuan utama kegiatan adalah menciptakan inovasi batik art berbasis QRCode sebagai penguatan personal branding UMKM batik yang tergabung pada paguytuban kampung batik Kauman guna mempertahankan eksistesi membentuk konsep baru yang dilakukan secara kolektif oleh payuban kampung batik Kauman melalui penciptaan produksi batik yang mengusung sisi teknologi, sehingga mampu mengangkat personal branding UMKM batik melalui inovasi pada produk batiknya yang dipasarkan dengan QRCode yang berisi informasi tentang data atau profil UMKM batik lengkap dengan alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi dan filosofi dari kain batik yang dibuatnya, sehingga mampu meningkatkan personal branding dan kualitas produknya, dimana bukan hanya menjual kain batik, namun kain batik yang merupakan karya seni bernilai tinggi karna tiap motifnya dibuat dengan filososi tersendiri. Maka dapat diperlukan peran dari komunitas yaitu Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman dalam menciptakan inovasi labelisasi batik berbasis QRCode sebagai penguatan personal branding UMKM batik guna mempertahankan eksistesi produk sebagai kearifan lokal yang telah diakui dunia secara berkelanjutan

IPTEKS yang dikembangkan pada program pengabdian kepada masyarakat yaitu inovasi produk batik dengan label berbasis QRCode. Label batik berbasis qr code merupakan sebuah kode atau barcode yang terdiri dari dua dimensi yang diperkenalkan oleh Perusahaan Jepang Denso Wave pada tahun 1994. Jenis barcode ini awalnya digunakan untuk melacak persediaan di bagian manufaktur kendaraan dan sekarang sudah digunakan dalam berbagai industri perdagangan dan jasa.



QRCode dikembangkan sebagai suatu kode yang memungkinkan isinya untuk dapat diterjemahkan dengan kecepatan tinggi. QRCode terdiri dari sebuah untaian kotak persegi yang disusun dalam suatu pola persegi yang lebih besar, yang disebut sebagai modul.


Bermula dengan menyusun website yang akan dikembangkan melalui pelatihan dan pendampingan mitra. Website tersebut berisi data profil UMKM, informasi tentang motif atau filosofi yang dapat dilihat oleh konsumen yang membeli produk batik dengan cara pindai label qrcode yang ada di produk batik. Penggunaan QRCode sebagai kode dalam mengakses informasi produk batik secara digital, dengan informasi yang termuat diantaranya; profil UMKM batik yang memproduksi, nama motif batik, hingga filosofi batik. Harapannya saat produk batik diberikan label QRCode, maka dapat mempermudah konsumen dalam mencari siapa perajin atau UMKM yang membuatnya, mengetahui motif batik bahkan sampai pada filosofi motif batik tersebut. Melalui inovasi ini akan menjadikan produk batik berkualitas dan mampu mengangkat personal branding UMKM pembuatnya hingga ke pasar global.




Website yang telah dibangun dan kode QRCode akan dihibahkan pada mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu UMKM Batik di Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan. Selanjutnya melalui label QRCode pada produk batik maka akan berdampak pada peningkatan penjualan.

Berikut link website hasil luaran kegiatan ini, yang dibangun oleh Tim PKM dan support dari PKBK (Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman Pekalongan)

1.   Website Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman --  akses disini

2.   Toko Online Kampoeng Batik Kauman -- akses disini

Semoga kegiatan ini bermanfaat.

Share:

Pelatihan Kupas Tuntas Fitur Sakti Ms. Word dan Mendeley untuk Automatisasi Karya Ilmiah

 

Penulisan karya ilmiah merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh mahasiswa untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program S1/S2/S3 untuk meraih gelar sarjana. Untuk membantu kelancaran proses penulisan karya ilmiah maka diperlukan adanya teknik bagaimana menyusun/menulis karya ilmiah sesuai dengan kaidah penulisan.

Berdasarkan pengamatan penulis, masih banyak mahasiswa yang belum terampil mengoptimalkan semua fitur/tools automatisasi Microsoft Word khususnya untuk penulisan karya ilmiah seperti tugas akhir, skripsi, thesis, disertasi dll

Microsoft Word menyediakan beberapa fitur seperti manage style, multilevel list number, page break, page number, table of contents, insert caption, dan insert citation yang akan membantu dan membuat penulisan karya ilmiah, skripsi, thesis atau naskah panjang lainnya menjadi lebih mudah dan lebih efisien.

Selain kebutuhan tentang kemudahan penulisan karya ilmiah di Ms. Word, dalam penulisan karya ilmiah seperti essay, skripsi, thesis, journal articles, dll, kita tidak bisa menulis seenak jidat seperti nulis di blog, buku diary, status di medsos Meskipun yang kita tulis adalah jerih payah, hasil perasan keringat, kita masih memerlukan yang namanya sumber teori atau hasil penelitian yang lain untuk menguji hasil yang kita dapatkan. Itulah yang disebut men-sitasi karya orang lain, yang sudah barang tentu harus kita cantumkan di publikasi kita.

Dalam penulisan karya ilmiah baik untuk publikasi di jurnal ataupun untuk kepentingan seminar dan konferensi diperlukan ketepatan dalam melakukan sitasi. Sitasi adalah pengutipan sumber dari penelitian sebelumnya (jurnal), buku, artikel website sehingga dapat dijadikan referensi tulisan kita. Kebutuhan akan ketepatan dalam melakukan sitasi, diperlukan adanya Manajemen Referensi yang baik. Ada beberapa Aplikasi yang digunakan untuk memudahkan kita melakukan manajemen referensi yang populer antara lain : Mendeley Dekstop, Zotero, EndNote, dll

Mendeley merupakan salah satu aplikasi wajib untuk mahasiswa, khususnya untuk mahasiswa yang sedang menulis artikel ilmiah, jurnal, ataupun skripsi dan tesis. Jadi, Mendeley adalah aplikasi yang membantu mahasiswa dalam penyisipan, penulisan, dan pemformatan sitase atau citation. Dengan aplikasi Mendeley Dekstop terdapat kelebihan yaitu mampu melakukan sitasi dengan tepat berdasarkan sumber yang benar dan akurat serta fungsi otomasi dalam melakukan sitasi dan manajemen referensi, sehingga buku, jurnal, dan karya ilmiah yang menjadi referensi tulisan dapat terdokumentasi dengan baik.

Berdasarkan latarbelakang diatas maka diperlukan adanya Pelatihan Teknik Penulisan Karya Ilmiah Thesis yang bertajuk "Kupas Tuntans fitur sakti Microsoft Word dan Mendeley dalam Membantu Penulisan Karya Ilmiah" bagi mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen (S2) Universitas Pekalongan. 

Acara dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 29 Juli 2023 Pukul : 18.30 – 21.30 WIB dengan diikuti oleh kurang lebih 30 orang mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen Unikal Semester III yang akan memulai menyusun Thesis.





Download Materi Pelatihan :

1.  Template Tesis sesuai dengan Buku Pedoman -  Unduh

2.  Buku Pelatihan Mendeley Dekstop - Unduh


 

 

 

 

 

Share:

Pelatihan Manajemen Referensi dengan Aplikasi Mendeley untuk Karya Ilmiah yang berkualitas


Forum merupakan wadah atau tempat pertemuan sebuah komunitas yang memiliki persamaan minat dan tujuan untuk bertukar pikiran suatu topik atau masalah secara bebas dengan panduan seorang administrator atau bisa disebut sengan moderator. Forum sering dimanfaatkan untuk diskusi ilmiah. Forum diskusi merupakan tempat untuk memberikan pendapat atau mencari informasi yang lebih akurat dan saling berbagi antar anggota forum. Forum diskusi menurut Yani (2011) adalah, “proses, pengetahuan, pembelajaran untuk memberikan arti internalisasi nilai-nilai kepada peserta diskusi atau melihat keadaan diskusi ada forum tersebut”.
Share:

Pelatihan dan Pendampingan Pembentukan Bank Sampah di Desa Sumurjomblangbogo

  

Telah dilaksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pelatihan dan Pendampingan Bank Sampah di Desa Sumurjomblangbogo Kec. Bojong Kabupaten Pekalongan pada Hari Ahad tanggal 5 Maret 2023 bertempat di Aula Balaidesa Sumurjomblangbogo. Acara ini dihadiri 35 peserta yang terdiri dari Ibu-ibu PKK, Perempuan Kepala Keluarga, Kades dan Perangkat Desa Sumurjomblangbogo

 

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program pengabdian masyarakat yang dicanangkan oleh FEB Unikal kepada salah mitra strategis Desa Binaan FEB Unikal yaitu Desa Sumurjombogo. Desa Sumurjomblangbogo merupakan salah satu dari 22 Desa di Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari 5 Dusun, 5 RW dan 24 RT. Jumlah penduduk Desa Sumurjomblangbogo sebesar 6.141 jiwa.

Share:

Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing bagi Pemuda di LPM Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat

Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing bagi Pemuda di LPM Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat telah sukses digelar pada hari Jum’at tanggal 24 Februari 2023 di Aula Balai Kelurahan Tirto Kota Pekalongan Kegiatan ini merupakan kerjasama LPPM Universitas Pekalongan dan Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan yang bertujuan bertujuan  untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang Digital Marketing. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dibuka oleh Ibu Misriati selaku Sekretaris Kelurahan Tirto, beliau menyampaikan apresiasi atas terselengaranya kegiatan ini, bahwa di era digital sekarang ini, para pelaku UMKM harus dituntut lebih kreatif dan inovatif serta tidak ketinggalan informasi dalam memanfaatkan pemasaran digital agar mampu bersaing dan berkembang. 

Share:

Pelatihan Optimalisasi Facebook Marketing dan Konten Strategi Foto Produk pada UMKM Kampung ATBM Desa Cepagan

Industri  tenun  rakyat  (ATBM)  di  Desa  Cepagan Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang merupakan  industri  yang potensial  dan merupakan sentra industri kreatif Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Hampir semua masyarakatnya memproduksi syal, pasmina dan kerudung. Oleh karena itu, Bupati Batang Wihaji menobatkan desa ini sebagai Kampung ATBM. Bupati  Batang  mengapresiasi  kepada  warga  setempat  Desa Cepagan  yang  telah  melestarikan  peninggalan  nenek  moyang  dengan  tetap  berkarya memproduksi  Alat  Tenun  Bukan  Mesin  (ATBM)  di  tengah  persaingan  bisnis  yang ketat. Desa  Cepagan  juga  berpotensi  untuk  dijadikan  sebagai  destinasi  wisata baik  wisatawan  lokal  maupun  mancanegara  terkait  dengan  “Edukasi  Ekonomi Kreatif Tenun”.

Namun sayangnya, pandemi Covid-19 membuat sebagian besar pengrajin tenun harus kehilangan pangsa pasar. Bahkan mereka terpaksa harus gulung tikar dan menjual beberapa peralatan tenun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Satu diantara pengrajin tenun, Ahmad Sofa seperti dikutip dari Tribunjateng.com (2020) menceritakan untuk tetap bertahan di tengah covid-19 memang cukup sulit, karena sasaran pasar semua telah menutup akses. Pasaran kain tenun tradisional rata-rata di kota wisata, seperti di bali, Lombok, juga beberapa negara Eropa. Tapi karena pandemi omset turun drastis sampai 90% karena semua akses ditutup dan tidak ada permintaan sehingga sangat kesulitan untuk memasarkannya. Salah satu cara yang paling solutif dalam kegiatan pemasaran di masa pandemi adalah pemasaran melalui online dengan menggunakan Media sosial.

Share:

OPTIMALISASI WOMAN ENTERPRENEUR MELALUI PEMANFAATAN JEJARING PEMASARAN DAN SOCIAL MEDIA MARKETING

Tahun  2020  merupakan  tahun  yang  penuh  tantangan  yang  mengubah  dinamika  ekonomi  global. Pandemi Covid-19 telah  memaksa  pemerintah di  seluruh  dunia untuk  mengambil  tindakan  drastis  untuk menghentikan  penyebaran  virusdalam  segala  aktivitas  termasuk  aktivitas  ekonomi. Pandemi  COVID-19 juga  berdampak  drastis  terhadap  perekonomian  Indonesia.  Indonesia  mengalami  perlambatan  ekonomi tahun  lalu  dan  ekonomi  diperkirakan  akan  tet
ap  tertekan  pada  tahun  2021 karena  pandemi  tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Dengan kondisi ekonomi yang sedang menurun, jutaan orang Indonesia berisiko kehilangan pekerjaan.

Hal ini memunculkan banyak wirausaha perempuan baru yang memulai usahanya di masa Pandemi Covid-19. Meskipun wirausaha  perempuan seringkali menghadapi beragam  hambatan dan  tantangan  dalam karirwirausahanya. (Indonesia & UI, 2020). Wirausaha menjadi sebuah sumber pekerjaan yang semakin penting bagi perempuan di banyak Negara. Banyak hal yang menyebabkan wanita memilih menjadi wirausaha.  Wirausaha perempuan umumnya lebih fleksibel, membuat tugas lebih mudah bagi mereka untuk memperluas jaringan.

Tidak hanya wirausaha perempuan, secara umum UMKM di Indonesia menghadapi kendala dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha, antara lain kurang pengetahuan pengelolaan usaha, kurang modal dan lemah di bidang pemasaran. Tidak bisa dipungkiri pemasaran memiliki peran penting bagi UMKM.  Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan sebagai upaya mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

Share:

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING UNTUK PELAKU UMKM DI DESA KERTOHARJO

Perkembangan dan penggunaan internet dalam skala global telah menciptakan peluang bagi konsumen, pemasok dan penjual barang serta jasa untuk berkomunikasi satu sama lain di pasar secara online. Internet tidak hanya dapat digunakan sebagai media untuk saling bertukar informasi di era digital ini, namun juga digunakan sebagai media bisnis. Bisnis dengan menggunakan media internet atau yang biasa dikenal dengan bisnis online memiliki peluang yang terhitung luas dan besar, karena banyak masyarakat yang sudah menggunakan internet dalam mengembangkan bisnisnya. (Aryanto & Wismantoro, 2020)

Pemasaran berbasis digital atau dikenal dengan istilah digital marketing adalah kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana, misalnya menggunakan jejaring sosial. Dunia maya tak lagi hanya menghubungkan orang dengan suatu perangkat, namun menghubungkan orang dengan orang lain di seluruh penjuru dunia. Dengan menggunakan pemasaran berbasis digital, aktivitas pemasaran menjadi lebih interaktif dan terpadu, sehingga memudahkan interaksi antara produsen, perantara pasar, dan calon konsumen (Woelandari & Setyawati, 2019).  Digital marketing juga dapat membangun brand awareness, yang dilakukan dengan cara menentukan media sosial yang akan digunakan, perencanaan pesan, dan menentukan teknik bauran promosi yang akan digunakan. (Oktaviani & Rustandi, 2018)

Menilik pertumbuhan pemasaran digital di Indonesia, peningkatan dan pertumbuhan digital marketing sangat signifikan dan menjanjikan dari waktu ke waktu. Seperti  dalam hasil riset dari laman data yang dirilis (We Are Social, 2021) pada Januari 2021 penggunaan aktif internet di Indonesia sebanyak 202,6 juta juta atau sebesar 73,4% dari total populasi, jumlah tersebut naik sebesar 15,5 % dari jumlah survei tahun 2020. Sementara pengguna media social di indonesia sebanyak 170 juta atau sebanyak 61,8% dari total populasi dan mengalami pertumbuhan sebesar 6,3% dari tahun sebelumnya. Rata-rata mereka menghabiskan waktu untuk mengakses internet sehari selama 8 jam 52 menit. Platform social media yang paling banyak digunakan adalah Youtube (93,8%), Whatsapp ( 87,7%), Instagram (86,6%), Facebook (85,5%), dan Twitter (85,5%).

Penggunaan media sosial memberikan manfaat sebagai sarana kontak personal dengan konsumen, bermanfaat sebagai sarana promosi/advetising, mendata kebutuhan konsumen, menyampaikan respon ke konsumen dan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Di samping itu, media sosial juga bermanfaat sebagai forum diskusi online, memantau pelanggan secara online, survei pelanggan, mendata kebutuhan penyalur, mendata kebutuhan pemasok serta untuk menampilkan galeri produk (Priambada, 2015)

Salah satu media sosial yang sering digunakan untuk melakukan aktivitas pemasaran digital adalah Instagram.  Instagram menjadi media sosial yang sangat populer di berbagai belahan dunia karena memungkinkan penggunanya untuk berbagi konten fotografi serta mengikuti kehidupan para pesohor favorit. Instagram adalah sebuah aplikasi yang ada di media social berbasis picture publishing dan sharing yang memungkinkan penggunanya dalam mengambil foto, mengaplikasijan filter digital dan dapat membagikannya ke berbagai layanan jejaring social termasuk milik Instagram sendiri. Instagram tidak hanya dikenal sebagai media sharing berupa dokumen, video, audio dan gambar atau foto saja. Tetapi juga dianggap sebagai media untuk membantu pelaku bisnis melakukan promosi penjualan.

Di Indonesia, jumlah pengguna Instagram hingga Juli 2021 sebesar 91,77 juta pengguna. Pengguna terbesar terdapat di kelompok usia 18 – 24 tahun yaitu 36,4%. Instagram berada di urutan ketiga sebagai platform media sosial yang paling sering digunakan, setelah YouTube dan WhatsApp. (Katadata.co.id, 2021)

Dari angka tersebut, tidak mengherankan apabila banyak orang yang tertarik untuk menjadikan Instagram sebagai salah satu strategi pemasaran yang efektif dalam mencapai target dan menjangkau pasar, atau dikenal dengan istilah instagram marketing Media sosial juga merupakan media yang sangat potensial dan paling efektif dalam pemasaran digital untuk berbicara dengan pelanggan.

Berbeda dengan media sosial lainnya, instagram menitik beratkan kepada postingan foto dan video dari para penggunanya. Keunikan yang membuat instagram satu ini berbeda dengan media sosial pada umumnya. Apalagi, instagram seringkali memperbaharui sistemnya. Sejak kemunculannya pada tahun 2010 silam, instagram sering memperbarui fitur yang ada sehingga fiturnya lebih lengkap dan lebih menarik.

Pasar bisnis di Indonesia saat ini sangat diuntungkan dengan kehadiran social media Instagram, sebagai dampak dari kemajuan teknologi yang semakin hari semakin berkembang pesat. Instagram adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi foto, maupun video. Penggunaanya yang mudah membuat aplikasi ini begitu di minati oleh berbagai kalangan, baik untuk sekedar membagi informasi terkait kegiatan sehari-hari, ataupun untuk berbisnis.

Pemasaran Digital dengan menggunakan Instragram dibutuhkan kemampuan pembuatan konten foto dan video yang menarik, sehingga bisa menambah follower (pengikut) akun bisnis kita. Follower yang semakin bertambah, akan mempengaruh insight dari konten promosi yang kita buat, semakin banyak follower semakin besar pula peluang konten kita dilihat oleh banyak orang, agar konten promosi produk kita menarik orang lain maka diperlukan kemampuan kita untuk menghasilkan kualitas foto dan daya visual yang maksimal.

Daya visual merupakan faktor penentu bagi promosi dalam pemasaran. Faktor kemenarikan visual inilah menjadi salah satu strategi dalam pemasaran suatu produk. Fotografi merupakan salah satu media yang tepat untuk digunakan dalam melakukan kegiatan promosi produk di Instagram, yang mana dalam promosi tersebut image produk yang paling ditonjolkan. Bagaimanapun juga fotografi merupakan daya ocal yang dapat dengan cepat ditangkap oleh indera penglihatan, tanpa harus melelahkan pikiran, sehingga khalayak dapat langsung mengerti isi pesan yang hendak disampaikan. Selain itu fotografi juga merupakan penjelasan secara global atas karakteristik dari produk yang akan dijual dan merupakan penghubung antara isi dan bentuk visual, karena fotografi mempunyai sifat menggambarkan sebenar-benarnya dari suatu obyek.

Fotografi sebagai media promosi diartikan bahwa fotografi dipakai sebagai Ilustrasi (menjelaskan, menggambarkan) dan bisa diaplikasikan pada media apa saja, tetapi dalam konteks ini, fotografi diaplikasikan pada media cetak poster dengan didukung oleh unsur-unsur Grafis seperti tipografi, warna dan elemen-elemen pendukung lainnya. Selain itu fotografi tersebut juga bisa diaplikasikan ke dalam bentuk media cetak dan media ini dirasa  paling efektif karena lebih bisa menjangkau ke dalam lingkup yang luas dan tersebar sehingga fungsi dari promosi produksi akan lebih diterima oleh masyarakat.

Tujuan dari fotografi jenis ini jelas, yaitu mengambil gambar sebuah produk yang akan dijual. Karena tujuan tersebut, hasil foto juga dituntut untuk dapat lebih jelas dan dapat memberikan gambaran yang lengkap dan sesuai dengan misi yang diemban oleh produk tersebut. Berbagai jenis produk, terutama yang tangible dapat menggunakan jenis fotografi ini, diantaranya adalah: produk elektronik, fashion, asesoris, makanan, sampai produk-produk besar seperti mesin dan kendaraan. (Purwanto & Veranita, 2018)

Paguyuban Uripjoyo adalah sebuah perkumpulan pelaku UMKM di desa Kertoharjo Kelurahan Kuripan Kertoharjo yang mempunyai beragam jenis usaha seperti usaha produksi tempe, snack cemilan, batik, daseter baju muslimah, dan lain-lain. Dampak wabah pandemi turut mempengaruhi omset penjualan yang mengalami penuruan, peraturan terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat menyebabkan pendapatan UMKM juga menurun, untuk itu UMKM dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan aktivitas pemasaran. Aktivitas pemasaran digital atau pemasaran online adalah sebuah solusi yang paling tepat dalam menghadapi fenomena ini.

Berdasarkan survey pendahuluan dan hasil wawancara dengan Ibu Dzikriyah, salah satu pelaku UMKM di Desa Kertohoarjo, masih banyak pelaku UMKM pada paguyuban uripjoyo yang belum menguasai pemasaran digital seperti bagaimana cara nya mengoptimalkan social media untuk bisnis online, bagaimana membuat konten marketing agar lebih menarik calon konsumen sehingga mereka tertarik untuk membeli dan bagaimana kita memanfaatkan smartphone untuk fotografi produk agar hasil lebih maksimal.

Oleh karena itu diperlukan pelatihan dan pendampingan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM di Desa Kertoharjo agar mampu bersaing dan inovatif untuk meningkatkan omset penjualan di era pandemi

Kegiatan Pengabdian Masyarakat “Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM di Desa Kertoharjo Kelurahan Kuripan Kertoharjo Kecamatan Pekalongan Selatan Kota Pekalongan dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 4 September 2021 Pukul 09.00 – 16.00 WIB bertempat di Ex Balai Desa Kertoharjo. Acara ini dihadiri oleh 20 orang peserta.

1.      Registrasi Peserta (Pukul 09.00 – 09.30 WIB)

Peserta melakukan registrasi dengan mengisi daftar hadir dan mematuhi protokol kesehatan dengan wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan handsanitizer sebelum masuk ke ruangan

Registrasi Peserta mematuhi Protokol Kesehatan

2.      Pembukaan Acara (Pukul 09.30 – 09.15 WIB)

Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM di Desa Kertohorjo dibuka oleh Kepala Kelurahan Kuripan Kertoharjo Bapak Fariki, beliau menyampaikan bahwa di era digital sekarang ini, para pelaku UMKM harus dituntut lebih kreatif dan inovatif agar mampu bersaing. Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan para pelaku UMKM dalam melaksanaan aktivitas pemasaran secara online dan bisa membangkitkan kembali gairah usaha yang masih lesu akibat dampak pandemi

Sambutan Kepala Kelurahan Desa Kuripan Kertoharjo

3.      Pemateri 1 – Dr. Danang Satrio, S.E., MM

Judul Materi : Pelatihan Fotografi Produk dengan menggunakan Smartphone untuk hasil maksimal

Dalam jual beli online, foto produk memegang peranan yang sangat krusial. Seperti kita ketahui bahwa dalam transaksi online konsumen tidak bisa melihat atau memegang produk secara langsung, dan di sinilah foto produk berperan. Foto produk yang Anda tampilkan akan sangat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk Anda nantinya.

Membuat foto produk yang berkualitas tentu tidak mudah, terutama bagi bisnis kecil yang tidak memiliki budget yang cukup untuk menyewa jasa fotografer profesional. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, hanya dengan bermodalkan smartphone.

Pada pelatihan ini para peserta melakukan praktik langsung fotografi produk yang mereka jual dengan smartphone masing-masing dan menggunakan alat penunjang yaitu studio mini yang dibuat dari kertas karton dan diberikan pencahayaan lampu led untuk menambah penerangan sehingga foto produk akan lebih terlihat jelas dan terang. Peralatan studio mini ini sudah banyak tersedia di Toko Online

Setelah semua peserta melakukan praktik fotografi produk usaha masing-masing, pelatihan dilanjutkan dengan Optimalisasi Pemanfaatan Sosial Media untuk meningkatkan penjualan. Media sosial yang dipilih adalah Instagram. Pemateri dalam Pelatihan ini adalah Bapak Ari Muhardono, S.Kom., M.Kom.

Penyampaian Materi Fotografi oleh Bapak Dr. Danang Satrio, MM

Peserta melakukan praktik fotografi produk

4.      Pemateri 2 – Ari Muhardono, S.Kom, M.Kom

Judul Materi  : Optimasi Penggunaan Instagram sebagai Media Promosi Pemasaran

Instagram adalah salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan sebagai media promosi, berbeda dengan media sosial lainnya, instagram menitik beratkan kepada postingan foto dan video dari para penggunanya. Fitur-fitur dalam instagram yang sering digunakan sebagai media promosi antara lain : feed single image, carousel image, insta story, IGTV, dan Reels. Instagram juga merupakan salah satu pendorong berkembangnya di bidang industri pemasaran. Ada banyak wirausaha yang memanfaatkan instagram ini sebagai media promosi untuk barang ataupun jasa yang ditawarkan. Tak hanya pengusaha kecil, ada banyak brand internasional juga memanfaatkan instagram secara intens untuk memberikan informasi tentang barang yang mereka produksi

Materi praktikum yang disampaikan dalam sesi ini adalah :

  • Langkah memulai instagram
  • Beralih dari Akun pribadi ke Akun Bisnis
  • Optimasi Profil Akun Instagram agar lebih manarik calon pembeli
  • Membuat Link Bio Profil agar memudahkan pelanggan untuk memilih saluran media komunikasi
  • Tips posting gambar yang menarik seperti gambar produk, edukasi, tips bisnis yang sesuai dengan market
  •  Posting konten secara konsisten dan bermanfaat
  • Menggunakan Hastagh untuk meningkatkan insight 

Pada sesi ini peserta dibimbing langsung dengan menggunakan smartphone masing-masing, beberapa peserta sudah mempunyai akun instagram tetapi belum optimal dan masih menggunakan akun pribadi, dan ada juga peserta yang belum mempunyai akun instagram karena selama ini hanya menggunakan media sosial facebook

Penyampaian Materi Instagram Marketing
oleh Bapak Ari Muhardono, S.Kom., M.Kom

5.      Pemateri 3 – Titi Rahayu Prasetiani, S.E., M.M

Judul Materi  : Membuat Konten Instagram yang menarik

Konten adalah Aktivitas atau tindakan yang menggunakan media (photo, video, animasi yang bisa diunggah di instagram dengan tujuan untuk menciptakan interaksi dengan audiens (follower / bukan follower kita). Strategi content marketing adalah membuat pelanggan lebih memahami perusahaan itu sendiri dengan cara menghasilkan konten yang bertujuan untuk memberi informasi kepada target (konsumen) yang bersifat persuasi, atas produk yang dipasarkan. Dalam sesi ini diajarkan bagaimana tahapan-tahapan membuat konten instagram yang menarik yaitu : brainstroming, planiing, creating, posting dan evaluating

Penyampaian Materi Konten Marketing
oleh Ibu Titi Rahayu, S.E., MM

6.      Penutup

Kegiatna ini ditutup dengan penyerahan bantuan alat penunjang Digital Marketing oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan kepada Paguyuban Uripjoyo Desa Kertoharjo dan foto bersama. Bantun tersebut yaitu sebuah alat Studio Mini dan Produk Digital Template Promosi siap pakai sehingga akan membantu para pelaku UMKM untuk melakukan aktivitas pemasaran digital

Penyerahan bantuan Studio Mini Lightbox


Penyerahan alat penunjang promosi 
 
Foto Bersama Pemateri dan Peserta Pelatihan


Artikel ini dipublikasi pada Jurnal : E-Amal STP Mataram
download  :  disini



Share:
Logo Sinta Png@pngkit.com

Popular Posts

JUMLAH KUNJUNGAN

Follower

Kategori

Arsip Blog